Habbatusauda

Habbatusauda
Habbatusauda

Friday, March 29, 2013

Re: Melihat kepribadian seseorang dari caranya makan tahu

Melihat Kepribadian Seseorang dari Caranya Makan Tahu




Tahu adalah makanan kesukaan semua orang. Ternyata jenis kepribadian orang bisa dinilai dari caranya makan tahuIni dia contoh-contohnya:

KONSERVATIF : gigit tahu dulu, baru gigit cabe

PROGRESIF : gigit cabe dulu, baru gigit tahu

SPEKULATIF : begitu nemu cabe langsung main gigit dengan harapan deket situ akan ada tahu

IMAJINATIF : boro boro makan tahu, belum gigit cabe  aja udah kepedesan dulu.

OPTIMIS : yakin tahu akan segera muncul, sambil nunggu ngemil cabe dulu.

PERMISIF : tahu-nya dicomot orang, diem aja.
                                                                          
MASOKIS : gigit cabe 10 biji gak pake tahu

OBSESIF-KOMPULSIF : sebelum makan dihitung dulu biar yakin jumlah tahu-nya sama dengan jumlah cabe-nya.
                  
MANIPULATIF : ngerayu tukang tahu biar dapet gratisan

DRAMATIS : abis makan tahu pake cabe nangis kepedesan gegaokan , trus ngesot sambil meratap ke dispenser air.

EKSIBISIONIS : sebelum makan bilang ke orang sebelah: "Lihat nih deh, gue mau makan tahu pake  cabe."

KAPITALIS : tahu-nya dimakan, cabe-nya ditanem supaya nanti kalo numbuh bisa dijual.

FANATIK : kalo ketemu orang yg cara makan tahu-nya beda, dianya marah-marah

KRITIS : nanya-namya terus : "Kenapa sih kita harus makan tahu pake cabe?"

MELANKOLIS : udah gigit cabe, eh pas mau gigit tahu  kesenggol orang  Si-Tahu jatoh. Nangis deh.

LEBAY : gak brani makan tahu karena abis nerima BBM tentang Bahayanya Makan Tahu Pake  Cabe

KORUPTIF : makan tahu lima biji ngaku satu biji alias  "darmaji"  (dahar lima ngaku na hiji)

PENAKUT : sepiring tahu dan sejumput cabe tersaji tapi dipikirrrr....... terus, makan nggak...makan nggak ya......kalo dimakan enak ....nggak dimakan takut pedes.....akhirnya tahu dimakan sepotong dan cabe-nya  diemut-emut aja .......

PERAGU :  makan cabe dulu ato tahu dulu ya............

PELIT :  tahu dan cabe-nya cuma dijilat-jilat aja ngga dimakan (takut habis.....)

PROTEKTIF : tahu dan cabe sepiring diludahin dulu ( takut dimakan sama orang lain...)

HEMAT : tahu dan cabe dipotong-potong kecil-kecil, dimakannya sedikit-sedikit, sisanya ditaro dilemari...........buat makan pagi besok........







 






Thursday, March 21, 2013

Re: Perjalanan Ruh ketika Meninggalkan Dunia - khutbah jum'at

Perjalanan Ruh Ketika Meninggalkan Dunia

 

Oleh: Abu Muhammad Abdul Mu'thi Al-Maidani


Khutbah yang Pertama


Wahai para hamba Allah, sidang jum'at yang dimuliakan oleh Allah . . .

Al-Imam Ahmad, Abu Dawud, An-Nasai, Ibnu Majah, serta yang selainnya, telah meriwayatkan dari hadits Al-Baro' bin 'Azib, bahwa suatu ketika para sahabat berada di pekuburan Baqi'ul ghorqod. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendatangi mereka. Beliau pun duduk. Sementara para sahabat duduk disekitarnya dengan tenang tanpa mengeluarkan suara, seakan-akan di atas kepala mereka ada burung. Beliau sedang menanti penggalian kubur seorang yang baru saja meninggal.

Ma'asyirol muslimin rahimakumullah…

Ini menunjukkan bahwa tatkala seorang hamba berada di pekuburan, dituntunkan kepadanya untuk bersikap tenang, diam, hening, dan tidak mengucapkan dzikir-dzikir dengan suara yang keras. Terlebih lagi berbicara mengenai urusan-urusan dunia yang fana. Dalam suasana yang seperti ini, hendaknya dia berpikir tentang kematian yang akan menimpa setiap manusia tanpa terkecuali. Sudahkah dia berbekal diri untuk menghadapinya. Ini membutuhkan perenungan yang dalam, sehingga melahirkan keimanan, ketakwaan, dan amal sholeh yang diterima disisi Allah.

Ma'asyirol muslimin rahimakumullah…

Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengangkat kepalanya dan mengucapkan:


أعوذ بِاللّهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْر
"Aku berlindung kepada Allah dari adzab kubur."


Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali. Setelah itu, beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Sesungguhnya bila seorang yang mukmin menghadap ke alam akhirat dan meninggalkan alam dunia, turun kepadanya sejumlah malaikat berwajah putih yang seolah-olah seperti matahari. Mereka membawa sebuah kain kafan dan minyak wangi dari surga. Mereka pun duduk di dekatnya sejauh mata memandang. Lalu datanglah malaikat pencabut nyawa dan duduk di dekat kepalanya. Malaikat pencabut nyawa berkata:


يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الطيبة، أخرجي إلي مغفرة من الله و رضوان
"Wahai jiwa yang baik, keluarlah engkau kepada keampunan dan keridhoan Allah Subhanahu wa Ta'ala."


Maka nyawanya keluar dan mengalir seperti air yang mengucur dari mulut wadah. Lalu malaikat pencabut nyawa mengambilnya. Nyawanya tidak dibiarkan sekejap mata pun berada di tangan malaikat pencabut nyawa dan segera diambil oleh para malaikat yang berwajah putih tadi. Kemudian mereka meletakkannya pada kain kafan dan minyak wangi surga yang telah mereka bawa. Maka nyawanya mengeluarkan aroma minyak wangi misik yang paling terbaik di muka bumi. Lalu mereka menyertainya untuk naik ke langit. Tidaklah mereka melewati sekumpulan malaikat melainkan para malaikat itu akan bertanya: "Siapakah nyawa yang baik ini?" Mereka menjawab: "Ini adalah Fulan bin Fulan", dan disebutkan namanya yang paling terbaik ketika mereka memanggilnya di dunia.

Tatkala mereka telah sampai membawanya kelangit, mereka meminta agar pintu langit dibukakan untuknya. Maka dari setiap langit dia diiringi oleh para penjaganya sampai ke langit berikutnya. Demikianlah yang akan terjadi hingga dia sampai ke langit yang disana ada Allah. Maka Allah berfirman:


اكتبوا كتاب عبدي في عليين, و أعيدوه إلى الأرض, فإني منها خلقتهم, وفيها أعيدهم, و منها أخرجهم تارة أخرى

"Catatlah oleh kalian bahwa hambaku (ini) berada di surga 'illiyyin, dan (sekarang) kembalikanlah dia ke muka bumi. Sungguh darinya Aku telah menciptakan mereka, dan padanya Aku akan mengembalikan mereka, serta darinya pula Aku akan mengeluarkan mereka sekali lagi".


Kemudian nyawanya dikembalikan ke dalam jasadnya. Lalu datanglah dua orang malaikat kepadanya. Keduanya bertanya, siapa Rabbmu? Maka dia menjawab, Rabbku adalah Allah. Keduanya kembali bertanya, apa agamamu? Maka dia menjawab, agamaku adalah islam. Keduanya kembali bertanya, siapa orang yang telah diutus di tengah kalian ini? Maka dia menjawab, beliau adalah utusan Allah. Keduanya kembali bertanya, siapakah yang telah mengajarimu? Maka dia menjawab, aku membaca kitab Allah, beriman kepadanya dan membenarkannya.

Kemudian terdengarlah suara yang menyeru dari langit, "Hambaku ini telah benar. Bentangkanlah untuknya permadani dari surga dan bukakanlah sebuah pintu ke surga".
Maka harum wangi surga pun menerpanya dan kuburnya diperluas sejauh mata memandang. Lalu datang kepadanya seorang yang bagus wajahnya, pakainnya, dan harum wanginya. Orang itu berkata, bergembiralah dengan segala yang akan menyenangkanmu. Ini adalah hari yang dahulu engkau telah dijanjikan. Maka si mukmin bertanya kepadanya, "Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan membawa kebaikan." Dia pun menjawab, "Aku adalah amalmu yang sholih." Lalu si mukmin berkata, "Wahai Rabbku! Segerakanlah hari kiamat agar aku kembali kepada keluarga dan hartaku".

Selanjutnya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Adapun bila seorang yang kafir meninggalkan alam dunia dan menghadap ke alam akhirat, turun kepadanya dari langit sejumlah malaikat yang berwajah hitam legam. Mereka membawa sebuah kain kafan yang buruk dan kasar. Mereka pun duduk di dekatnya sejauh mata memandang. Lalu datanglah malaikat pencabut nyawa dan duduk di dekat kepalanya. Malaikat pencabut nyawa berkata,

"Wahai jiwa yang buruk, keluarlah engkau kepada kemurkaan dan kemarahan Allah".

Maka nyawanya tercerai berai di dalam jasadnya. Kemudian malaikat pencabut nyawa merenggut nyawanya seperti mencabut besi pemanggang daging dari bulu domba yang basah. Setelah malaikat pencabut nyawa mengambilnya, tidak dibiarkan sekejap mata pun berada di tangannya dan segera diambil oleh para malaikat yang berwajah hitam legam tadi. Lalu mereka meletakkannya pada kain kafan (yang telah mereka bawa) itu. Sehingga keluarlah dari nyawanya seperti bau yang sangat busuk di atas muka bumi.
Kemudian mereka naik bersamanya. Tidaklah mereka melewati sekumpulan malaikat melainkan para malaikat itu akan bertanya, siapakah nyawa yang buruk ini? Mereka menjawab: "Ini adalah Fulan bin Fulan" dan disebutkan namanya yang paling terburuk ketika mereka memanggilnya di dunia.

Kemudian mereka membawanya naik sampai ke langit dunia dan dimintakan agar pintu langit di bukakan untuknya. Namun pintu langit tidak dibukakan untuknya".

Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca ayat yang berbunyi,


لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ

"Tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan mereka tidak akan masuk surga sampai onta bisa masuk ke dalam lubang jarum." (QS. Al-A'rof: 40)


Selanjutnya Allah Azza wa jalla berfirman,

"Catatlah oleh kalian bahwa ketetapannya berada di (neraka) Sijjiin, di bumi yang paling bawah".

Setelah itu, nyawanya benar-benar dilemparkan. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca ayat yang berbunyi,

"Barangsiapa yang berbuat syirik kepada Allah, Maka dia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan oleh angin ke tempat yang jauh". (surat Al Hajj:ayat 31)

Demikianlah, nyawanya dikembalikan kedalam jasadnya. Maka dua orang malaikat mendatanginya lalu mendudukkannya. Keduanya bertanya, "Siapa Rabbmu?" Dia menjawab, "Hah.. hah..aku tidak tahu". Keduanya kembali bertanya, "Siapa orang yang telah diutus ditengah kalian ini?" Dia menjawab, "Hah..hah..aku tidak tahu." Kemudian terdengarlah suara yang menyeru dari langit, "Dia telah berdusta, bentangkanlah untuknya permadani dari api neraka dan bukakanlah sebuah pintu ke neraka." Sehingga hawa panas dan racun neraka pun menerpanya dan kuburnya dipersempit sampai tulang-tulang rusuknya saling bergeser. Lalu datang kepadanya seorang yang buruk wajahnya, pakainnya, dan busuk baunya. Orang itu berkata, "Bergembiralah dengan segala yang akan memperburuk keadanmu. Ini adalah hari yang dahulu engkau telah dijanjikan." Maka si kafir bertanya, "Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan membawa keburukan." Dia pun menjawab, "Aku adalah amalmu yang buruk." Lalu si kafir berkata, "Wahai Rabbbku! Janganlah engkau datangkan hari kiamat".

Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah di dalam kitabnya "Ahkamul Janaiz" (hal. 156-157) dan tahqiq beliau terhadap "Syarh Aqidah Thahawiyyah" (hal. 397-398).

Ma'asyirol muslimin rahimakumullah…

Inilah keadaan seorang yang mukmin dan seorang yang kafir tatkala meninggalkan alam dunia dan masuk ke dalam alam akhirat yang dimulai dengan alam barzakh (alam kubur). Wallahu a'lam bi showab

Khutbah yang kedua

Wahai para hamba Allah, sidang jum'at yang dimuliakan oleh Allah . . .

Ketika manusia meninggalkan alam dunia bukan berarti urusannya telah selesai. Dia akan mengalami alam kedua yaitu alam barzakh (alam kubur). Alam ini merupakan pintu masuk ke dalam alam akhirat yang sesungguhnya. Disebut dengan alam barzakh, karena makna barzakh adalah penutup atau perantara bagi dua perkara. Maka alam barzakh adalah alam di antara alam dunia dan alam akhirat. Di alam barzakh, manusia akan mengalami berbagai masalah yang menandakan bahwa urusannya belum selesai dengan semata-mata meninggalkan alam dunia. Saat melewati alam barzakh, pertama kali yang akan dihadapinya adalah pertanyaan dua malaikat di dalam kuburnya, sebagaimana di dalam hadits Al Baro` bin 'Azib yang terdahulu. Maka keberhasilannya di alam barzakh, mendapat kebaikan atau keburukan, akan tergantung dengan kemampuannya dalam menjawab pertanyaan dua malaikat itu.

Perlu diingat, bahwa di alam barzakh, jasad manusia tidak akan mampu untuk menjawabnya. Yang akan menjawabnya adalah ruh dan jiwa manusia yang telah diisi saat di alam dunia dengan kebaikan atau keburukan. Adapun seorang yang mukmin niscaya akan dimudahkan oleh Allah untuk bisa menjawab pertanyaan kubur yaitu tentang siapa Rabmu, apa agamamu, dan siapa nabimu. Itulah yang Allah maksudkan dengan firman-Nya:


يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآَخِرَةِ

"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat." (Ibrahim: 27)


Di dalam sebuah hadits yang shohih dari sahabat Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu , bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:


الْمُسْلِمُ إِذَا سُئِلَ فِي الْقَبْرِ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

"Seorang hamba yang muslim bila ditanya di dalam kuburnya, niscaya dia akan bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan bahwasanya muhammad adalah utusan Allah".


Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Itulah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:


يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآَخِرَةِ

"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat". (HR. Al Bukhari dan Muslim)


Hadits ini menunjukkan bahwa seorang yang mukmin akan mampu mengucapkan dua kalimat syahadat "La ilaha illallah wa anna Muhammadan Rasulullah", baik ketika di dunia maupun di akhirat.

Tatkala seorang hamba menghadapi pertanyaan dua malaikat ini, maka dia akan menjawabnya sesuai dengan amal perbuatannya sewaktu di dunia. Oleh sebab itu, seorang hamba yang berbuat dosa-dosa besar dan tidak bertaubat darinya, sangat mungkin disiksa oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala di dalam kuburnya, walaupun dia seorang yang mukmin.

Telah datang sebuah hadits dari sahabat 'Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah melewati dua kuburan, lalu beliau bersabda:


إِنّهُمَا لَيُعَذّبَانِ، وَمَا يُعَذّبَانِ فِي كَبِيرٍ، أَمّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ، ، وَأَمّا الاَخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنّمِيمَةِ

"Orang-orang yang berada di dalam dua kubur ini, sungguh sedang disiksa. Dan tidaklah keduanya disiksa karena suatu masalah yang besar. Adapun salah satu dari keduanya, dahulu tidak mau menjaga diri dari air kencing. Sedangkan yang lain, dahulu biasa berjalan untuk mengadu domba". (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


Ma'asyirol muslimin rahimakumullah…

Hadits ini menunjukkan kepada kita sekalian bahwa dua orang yang disiksa di dalam kuburnya itu dikarenakan dosa-dosa besar. Berarti yang disiksa oleh Allah di alam kubur bukan karena kekafiran saja tetapi juga karena dosa-dosa besar.
Nasalullah salamah wal 'afiah.

Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengambil sebuah pelepah kurma yang masih basah dan membelahnya menjadi dua bagian. Beliau meletakkannya di masing-masing dua kubur ini dengan harapan semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memperingan siksa keduanya, selama pelepah kurma itu masih basah dan belum kering.

Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, semoga kita dimudahkan untuk menjawab pertanyaan kubur dan diselamatkan dari siksanya.

Wallahu a'lam bis shawab.









 






Thursday, March 7, 2013

Re: Main Sepak Bola di Akhirat ?

Main sepak Bola di Akhirat ?


Ucup dan Amir dua orang sobat kental, sejak usia dini sampai sekarang usia separuh baya sama-sama punya hobby main sepak bola, suatu hari ada percakapan diantara kedua sobat tersebut.
Ucup : Mir, menurut lu ada gak ya sepakbola di akhirat ya?

Amir : 'Wah, gak tau deh. Tp kita bikin perjanjian aja, klo gue mati duluan, gue bakal balik and ngasih tau lu, ada apa gak sepak bola di akhirat, tp klo loe juga mati duluan, loe musti  kasih tau  gue hal yg sama yah!!

Mereka pun berjabat tangan dan sedihnya, beberapa bulan kemudian ternyata si Ucup yg malang meninggalkan dunia yang fana.........alias jadi almarhum.

Suatu hari, seperti biasa Amir sedang duduk di pinggir kolam memberi makan ikan seorang diri, dia tiba2 mendengar bisikan sangat halus :  'Mir..... Amirrrrrrrrrrrr... cepet liat ke kiri......

Amir celingukan krn dia mengenali itu adalah suara Ucup sahabatnya : 'Ucup...?! Itu loe ya Cup?!'
Hantu Ucup : 'Iya ini gue Ucup, Mir

Dalam ketakjubannya,
Amir : 'Jadi gimana, ada sepakbola gak di akhirat?' truss...trus...lu sempet nggak maen sepak bola di akhirat ?????......

Hantu Ucup : 'Ntar dulu dong.......... satu-satu.. ceritanya.........Gue punya berita bagus and berita jelek nih.... cuman ..............berita jeleknya kalau didengerin lebih dulu bisa ngerusak Berita Bagusnya ....!'

Amir : 'Kalo gitu kasih berita bagus dulu deh Cup..'

Hantu Ucup : 'Ya, emang sih bener ternyata ada permainan sepakbola di akhirat.'

Amir : 'Hebat dong!! Trus......trus..... berita jelek apaan yg bisa ngerusak berita hebat tadi??'

Hantu Ucup : 'Kalau liat didaftarnya yang gua liat dipapan pengumumannya sih , Lu kayaknya bakal dipasang maen dan dijadwal jadi kiper hari Sabtu ini...!!

Amir : gleekch....heck.......................( pingsan tak sadarkan diri )